Prinsip-prinsip dan Nilai-nilai

Prinsip-prinsip berikut ini diadopsi dan menjadi dasar pendekatan ACCESS Tahap II.

Inklusif gender dan sosial (Gender and Social Inclusion /GSI). Berdasarkan pengalaman ACCESS Tahap I, terkait prinsip Keterlibatan Perempuan dan Orang Miskin (Gender and Poverty Inclusion / GPI) ACCESS Tahap II mengembangkannya lebih lanjut menjadi GSI (Gender and Social Inclusion).GSI mempertimbangkan prioritas AusAID terkait dengan HIV dan gender, serta pentingnya meningkatkan kapasitas kaum muda supaya menjadi warga negara yang sadar akan demokrasi.  Strategi-strategi proaktif dan perangkat praktis akan dipergunakan agar kegiatan-kegiatan lebih dipusatkan pada kelompok-kelompok yang secara tradisional terpinggirkan dan kebijakan-kebijakan afirmatif akan dipromosikan kepada mitra-mitra strategis.  

Pendekatan berbasis aset dan pemberdayaan.  Pendekatan terkait dengan interaksi dinamis (engagement) secara khusus mengacu pada prinsip bahwa solusi atas kondisi yang ingin diubah oleh masyarakat dan warga, pertama-tama harus berasal dari dalam masyarakat itu sendiri, bukan dari luar.  Prinsip ini juga meyakini bahwa pencarian masalah hanya akan mengarah pada munculnya perasaan tak berdaya (disempowerment). Dengan melihat peluang-peluang yang ada, alih-alih permasalahan, ACCESS Tahap II akan dibangun berdasarkan pengalaman-pengalaman positif dalam melakukan pengembangan masyarakat. Disamping itu, ACCESS juga berpandangan bahwa masyarakat dan kelompok masyarakat adalah mitra sejajar dalam pembangunan. Pendekatan ini juga menciptakan ruang untuk secara terus menerus mencari solusi yang ada dalam masyarakat, daripada sekedar menerapkan rencana-rencana atau pemecahan masalah dari luar.  Agen perubahan utama adalah orang yang sangat menginginkan suatu solusi, atau masyarakat yang  paling mungkin mendapatkan manfaat dari pembangunan.

Keberlanjutan. Prinsip-prinsip dasar proyek yaitu kesetaraan, transparansi dan fleksibilitas, serta fokus pada inklusivitas sosial, semuanya berhubungan dengan tujuan keberlanjutan.  ACCESS Tahap II akan fokus terhadap terbentuknya proses-proses pengambilan keputusan yang inklusif secara terus menerus (di semua tingkatan untuk memastikan suatu pendekatan lingkup kabupaten). Proses-proses tersebut akan meliputi mekanisme konsultasi yang terstruktur, pengarusutamaan GSI, tersedianya cara-cara yang konstruktif dan efektif dalam interaksi dinamis, melalui lobi dan advokasi, serta kesempatan-kesempatan lain untuk melakukan interaksi yang konstruktif antara pemerintahan dan warga negaranya. ACCESS Tahap II mendukung pembelajaran terus menerus berdasarkan hal-hal yang telah dipelajari sebelumnya, sebagai strategi lain  untuk mendukung keberlanjutan. Hal ini dilakukan dengan cara mendistribusikan kebijakan-kebijakan dan pendekatan-pendekatan  yang telah terbukti secara luas, sehingga pembelajaran tersebut juga bermanfaat bagi upaya-upaya pembangunan yang dilakukan oleh Pemerintah RI dan Australia.

Kerjasama dan kolaborasi. ACCESS Tahap II menganut pendekatan kemitraan yang mendorong upaya-upaya kolaboratif untuk mencapai tujuan bersama yaitu tata kepemerintahan lokal yang demokratis.  ACCESS Tahap II bekerja sama dengan mitra strategisnya dalam menguatkan organisasi-organisasi lokal agar mereka bisa menjadi lebih efektif, baik secara internal maupun dalam membangun interaksi dinamis dengan stakeholder pembangunan lainnya. Kerjasama dan kolaborasi tersebut akan diperluas untuk menjangkau stakeholder di lingkup nasional, termasuk pemerintah dan lembaga-lembaga donor lainnya.

Transparansi, akuntabilitas dan partisipasi. Prinsip transparansi, akuntabilitas dan partisipasi adalah aspek-aspek dasar dari tata kepemerintahan yang baik, dan akan diterapkan dalam cara kerja ACCESS Tahap II, serta secara aktif akan dipromosikan kepada mitra-mitra, masyarakat, dan stakeholder lainnya.

Pembelajaran terus menerusSiklus ‘aksi – refleksi – adaptasi – aksi’ yang telah diadopsi melalui ACCESS Tahap I akan dilanjutkan. Hal inilah yang akan memungkinkan seluruh stakeholder untuk mengidentifikasi perbaikan terhadap organisasi dan lembaganya berdasarkan pemahaman bersama yang baru yang timbul dari proses-proses tersebut, serta memungkinkan program untuk dapat beradaptasi terhadap perubahan kondisi serta meningkatkan kinerja dan hasil-hasil programnya.

 

 
Hubungi ACCESS