Pembelajaran Terus MenerusIsu-isu pembangunan (baik permasalahan dan kesempatan) semakin lama semakin kompleks, oleh karena itu organisasi pengembangan perlu lebih cerdik, lincah dan responsif. Organisasi pengembangan perlu bekerja lebih baik, lebih banyak belajar dari pengalaman dan terus menerus meningkatkan diri sehingga mampu beradaptasi terhadap realitas pembangunan yang terus berubah. Organisasi pengembangan perlu belajar tentang bagaimana harus belajar. Salah satu masalah utama yang dihadapi oleh praktisi maupun komunitas yang terlibat dalam pengembangan adalah tidak adanya akses terhadap informasi terkini yang relevan dengan perjuangan mereka, karena kurangnya dokumentasi yang memadai dan bermanfaat. Hal ini membuat orang-orang yang terlibat dalam program (maupun orang lain yang tertarik terhadap program-program itu) tidak mampu belajar dari, atau memberikan masukan tentang, pendekatan-pendekatan terbaru pada saat yang tepat. Mencatat/mendokumentasikan bagaimana suatu hal berkembang, melakukan analisa tentang bagaimana suatu proyek bekerja, apa penyebab kegagalan proyek-proyek, siapa yang mendapat (dan siapa yang tidak mendapat) manfaat dari proyek dari lokasi geografis yang berbeda atau dalam bidang yang berbeda, serta membuat informasi seperti ini tersedia dan dapat diakses oleh komunitas pengembangan sangatlah penting, untuk memastikan supaya dampak pembangunan menjadi lebih besar dan lebih efektif. Belajar dan bereksperimen adalah salah satu pendekatan ACCESS Tahap II yang utama untuk mendukung masyarakat dalam merencanakan pembangunan mereka sendiri. Hal ini tercermin dalam rancangan proyek, metodologi-metodologi partisipatif dan pendekatan yang inklusif gender dan sosial yang digunakan oleh ACCESS Tahap II secara menyeluruh, dan juga tercermin dalam upaya pengintegrasian pemantauan partisipatif dan pembelajaran ke dalam seluruh tahapan pelaksanaan program. |